TIMES INDRAMAYU, JAKARTA – Arsenal meraih kemenangan penting 3-2 atas Chelsea pada leg pertama semifinal Carabao Cup atau Piala Liga Inggris di Stamford Bridge, Rabu waktu setempat atau Kamis (15/1/2026). Dua kesalahan fatal kiper Chelsea Robert Sanchez menjadi penentu hasil laga, yang membuat The Gunners kini lebih diunggulkan melangkah ke final.
Gol pembuka Arsenal tercipta cepat pada menit ketujuh. Sepak pojok Declan Rice melayang melewati jangkauan Sanchez, sementara Joao Pedro gagal mengantisipasi di tiang dekat. Situasi itu dimanfaatkan Ben White untuk menyundul bola ke gawang kosong.
Kesalahan kedua Sanchez terjadi di awal babak kedua. Umpan rendah White ke mulut gawang seharusnya mudah diamankan, namun bola justru lolos dari tangkapan Sanchez dan jatuh di kaki Viktor Gyökeres, yang tinggal menceploskan bola untuk membawa Arsenal unggul 2-0 pada menit ke-49.
Chelsea sempat bangkit lewat gol Alejandro Garnacho, yang baru masuk sebagai pemain pengganti. Namun Arsenal kembali menjauh setelah Martin Zubimendi mencetak gol ketiga pada menit ke-70 melalui penyelesaian rapi di dalam kotak penalti.
Garnacho kembali memperkecil ketertinggalan Chelsea lewat gol keduanya pada menit ke-83, sekaligus menjaga asa The Blues jelang leg kedua di Emirates Stadium pada 3 Februari mendatang.
Meski hanya unggul satu gol, Arsenal tetap berada di posisi menguntungkan. Pasukan Mikel Arteta sedang berada dalam performa impresif, memimpin klasemen Liga Inggris dengan keunggulan enam poin dan juga memuncaki grup mereka di Liga Champions.
Debut Kandang yang Pahit bagi Rosenior
Kekalahan ini menjadi awal pahit bagi Liam Rosenior di laga kandang pertamanya sebagai pelatih Chelsea. Pelatih yang baru dikontrak enam tahun itu memang menang di Piala FA akhir pekan lalu, namun laga tersebut berlangsung di kandang lawan melawan tim divisi dua.
“Seharusnya kami bisa mengelola tekanan dengan lebih baik. Kami membiarkan mereka menekan dan akhirnya kebobolan. Itu tidak sesuai standar kami,” kata Ben White usai pertandingan.
Arsenal, Raja Bola Mati
Menariknya, gol pertama Arsenal kembali lahir dari situasi bola mati — area yang menjadi kekuatan utama mereka musim ini. Meski Rosenior sempat menolak label “Set Piece FC” untuk Arsenal, fakta di lapangan berkata lain.
Gol White menjadi gol ke-24 Arsenal dari situasi bola mati di semua kompetisi musim ini, dengan 18 di antaranya berasal dari sepak pojok.
Kesalahan kedua Sanchez bahkan dinilai lebih fatal, karena terjadi dari situasi terbuka yang relatif mudah diantisipasi. Gyökeres pun tak menyia-nyiakan peluang untuk mencetak gol keduanya sejak awal November.
City Unggul di Semifinal Lain
Pada semifinal lainnya, Manchester City menang 2-0 atas Newcastle United di leg pertama. Leg kedua akan dimainkan 4 Februari. Dengan situasi tersebut, peluang terciptanya final ideal antara Arsenal dan City — dua tim teratas Premier League — semakin terbuka. Jika terjadi, itu akan menjadi ulangan final 2018 yang kala itu dimenangkan City 3-0. (*)
Artikel ini sebelumnya sudah tayang di TIMES Indonesia dengan judul: Blunder Kiper Chelsea Bantu Arsenal Menang 3-2 di Leg Pertama Semifinal Piala Liga
| Pewarta | : Rochmat Shobirin |
| Editor | : Wahyu Nurdiyanto |